Senin, 24 Juli 2017

Pengalaman jadi driver GrabHITCH NEBENG di Bandung Reviewed by Esemka Date 7/24/2017 10:57:00 AM

Pengalaman jadi driver GrabHITCH NEBENG di Bandung

Tidak ada komentar :
Grab indonesia 

Grab pertama kali diperkenalkan pada tahun 2012 (MyTeksi), yang kini telah hadir di 6 negara di seluruh asia tenggara yang dimulai dari GRAB TAXI, GRAB BIKE, GRAB CAR, GRAB EXPRESS, dan GRAB FOOD

GRAB sudah menemani anda dalam perjalanan selama 3 tahun. Pelayanan kami di indonesia, sudah kami berikan selama tiga tahun hingga saat ini 2016 dan sudah banyak suka duka yang kami alami 
Kali ini kami akan menghadirkan layanan terbaru kami yaitu

Spoiler for GRAB HITCH NEBENG

Apa itu GrabHitch (Nebeng)
Grabhitch (Nebeng) adalah layanan terbaru dimana kalian para Grabbers bisa memberikan tumpangan atau menjadi penumpang dengan menggunakan motor yang searah dengan tujuan kalian, baik itu hanya untuk sekedar menambah relasi atau pun menghemat biaya bensin setiap harinya dalam perjalanan sehari hari.

Siapa saja yang bisa menjadi GRAB HITCH ( Nebeng )
Kalian semua pengguna Aplikasi GRAB
Yang terutama kalian harus bisa memenuhi persyaratan berikut ini :
SIM AKTIF
STNK AKTIF
KTP AKTIF
KENDARAAN PRIBADI
APLIKASI GRAB


Apa perbedaan GRABHITCH (Nebeng) dengan GRABBIKE, GRABCAR dan GRABTAXI ?
Semua layanan berada dalam satu aplikasi grab, namun GRABBIKE, GRABCAR dan GRABTAXI merupakan layanan di mana penumpang memesan saat itu juga (on-demand).
GRABHITCH (Nebeng) merupakan layanan dengan sistem terjadwal di mana sistem akan mencocokkan antara pengemudi dengan penumpang dengan arah/rute yang sama.
Bagaimana cara untuk mendaftar ?
Silakan klik di sini untuk mendaftar jadi Pengemudi GrabHitch.
Atau melalui aplikasi GRAB seperti di bawah ini
(KASKUS GRABHITCH)
Awal pertama sih waktu nongkrong gaada kerjaan di wico (wifi corner) jl,supratman tiba tiba ada mas mas sama mba nya datang nawarin. tadinya dikira mau rekrut buat jadi driver grab biasa tapi setelah dikasih tau katanya ini beda dan enaknya bisa bebas sesuka kita netuin jadwal perjalanan mau narik atau engga, akhirnya mau mau aja setelah dirayu apalagi sama teteh itu yg entah siapa namanya sampai sekarang lupa, sempet save no wa tapi nanya tentang grab pun ga dibales kwkkw, skip.setelah sekian hingga akhirnya kata mba nya suruh tunggu di acc sama grab tapi entah kenapa yg saja lamaaa banget di acc nya padahal asep temen saya cuma dalam waktu sehari langsung bisa pake grab hitch nya. Sempet juga kirim email nanya wa ke si mba nya tapi malah dikacangin :( ini gimana ya dia yg rekrut giliran nanya dikacangin, awas lo ya mba kalo ketemu wkwkkw
Akhir cerita akhirnya diterima dan udah bisa narik sore tuh pas malem nya iseng mau nyoba akhirnya dapet yang deket dari gba ke sebrang margahayu raya kan deket tuh cuma nyebrang, caw langsung deh ke daerah penjemputan, tapi pas di cek no hp si orang yg nebeng ga aktif dan udah ke tkp penjemputan pun ga ada, alhasil di cancel baru juga pertama udah apes wkwkw jauh2 ke gba akhirnya cuma beli seblak dan lumaya enak juga :D
Hari ke sekian sempet ga nebengin tapi udah buat jadwal dari Margahayu raya ke ISBI ( Institut Seni Budaya Indonesia) yg dulunya ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) yang kebanyakan orang tua taunya ya itu daripada nama sekarang, lanjut dapet deh orderan dari cewe, sengaja pilih cewe, kebayang kalo dapetnya cowo kan gmn kalo yg badan nya gede, sangar ah gakebayang mending cari aman aja, dan tujuannya kebetulan sama ke ISBI otw deh pagi tadinya mau sekalian ngumpulin tugas ke kampus ,setelah sampai di tkp nebeng ternyata kepagian, beli bubur dulu dah sarapan eh ada orng nya, untung mau nungguin, sampai selesai akhirnya naik sempet ngobrol2 dari a - z dan ternyata dia camaba yg mau tes, sempat ingin tertawa, malah jd sok sok an ngasih nasehat waktu tes wkwkwk ah sudah lah lumayan jd kenal camaba tp belum kontakan lg skrng dia keterima atau ga nya, wa dulu deh ...
bisa diliat dari 2 perjalanan itu ada yg enak dan ga enak nya, histori perjalanan sih 8 tapi aslinya cuma 4 kalau gasalah ya lupa saya pokonya banyak yg di cancel dan itu yg bikin malesnya,, padahal ma siapa yg nebengin ya, dia kira grab biasa padahal judulnya aja grab nebeng.
keuntungan dari grab ini? bisa dibilang sih gaada tapi saya mah ambil asik nya aja bisa ada temen di jalan kalau pergi atau malah bisa jadi ada temen makan sama jalan jalan kan lumayan nambah pdkt (pernah dekat kemudian dilupakan :[ ) tapi ga kerasa jadi nabung di dompet grab karena banyak yg pake promo, kalau di hitch promo itu tetep masuknya dibayarin sama grab masuk ke dompet virtual nya grab, tinggal cairin aja ntar. sekian dulu pengalaman nya nanti ditambahin, udah mau adzan subuh nih  wkwkwk
Read More

Jumat, 21 Juli 2017

Postingan Line 999 Pak Dahlan Iskan divonis 2 tahun. Dua tahun untuk semua yang dilakukannya bagi negeri ini. Reviewed by Esemka Date 7/21/2017 08:16:00 AM

Postingan Line 999 Pak Dahlan Iskan divonis 2 tahun. Dua tahun untuk semua yang dilakukannya bagi negeri ini.

Tidak ada komentar :
Pak Dahlan Iskan divonis 2 tahun. Dua tahun untuk semua yang dilakukannya bagi negeri ini.

Negara ini tak pernah memberi apa-apa kepada Dahlan Iskan. Dia tidak seperti banyak anak bangsa yg disekolahkan dan mendapat beasiswa ke luar negeri dan pulang-pulang mengantre kemapanan, alih-alih membangun negeri.
Dia terlahir dengan kemiskinan ekstrem. Kondisi yang siapapun bisa memikirkan bahwa pendidikan adalah kemewahan dan bukanlah hak asasi warga negara.
Tapi, dia bisa bangkit tanpa terjebak melankolia menjadi orang susah, memperjuangkan pendidikan, melihat sesuatu dari sudut yang semata-mata positif, mempelajari apa saja dengan riang gembira.

Dahlan Iskan yg saya suka adalah manusia pembelajar. Dia suka belajar apa saja dan mengekspos dirinya sendiri ke macam-macam tantangan. Manusia tipe A yang tidak setiap saat bisa kamu temui dalam zamanmu. Dia adalah mesin pompa harapan. Mata air inspirasi yang tidak pernah kering. Dia memiliki kualitas yang langka: mengubah besi menjadi emas.

Saat terbaring di sebuah rumah sakit di Tiongkok karena sakit parah yg dideritanya, dia mengubah brankarnya menjadi kursi belajar, yg dari sana dia bisa mendatangkan guru bahasa. Dia mungkin menteri dalam cabinet pemerintahan lalu dan bakal calon presiden yang tamatan Aliyah yang menguasai banyak bahasa dunia: Arab, Inggris, Tiongkok…

Sepulangnya dari negeri itu, dia mendapatkan kehidupan keduanya yang memberinya kekuatan dan pencerahan bahwa hidupharuslah bermanfaat untuk bangsa dan negara. Saat dia diminta untuk mengabdi, dia menyanggupinya dengan kepatuhan dan kekuatan nyaris seperti kuda pacu. Dia bekerja hingga larut malam dan memulai hari lebih pagi dari pejabat manapun di republik ini. Dia mengejar pesawat siang, sore dan malam untuk bisa hadir ke tempat –tempat tugasnya, berjalan kaki menembus hutan-hutan di Papua, berjalan kaki di Havana Bima, mendaki gunung-gunung di Sumatera dan Jawa, menginap di mana saja dia bisa diterima, memuji apapun makanan tuan rumah yang dihidangkan untuknya, tidur di tempat manapun dia bisa tertidur.

Dia merintis mobil listrik. Membiayai dari kantongnya sendiri. Menggaji para pembuatnya dari gaji menterinya. Dia melakukan pengujian sendiri, yang membuat nyawanya nyaris melayang, tapa membuatnya kapok untuk melakukanya lagi karena menurutnya inilah teknologi mobil di masa depan yang harus dimiliki Indonesia.

Demi Indonesia. Semuanya dilakukannya demi negerinya.

Tapi semua itu sia-sia. Cinta Dahlan Iskan kepada negaranya adalah cinta, yang bukan saja bertepuk sebelah tangan, tetapi berbalas tangan hukum. Dia diperkarakan, para enginer mobil listriknya ditangkap, kelak, bertahun-tahun kemudian apa yang dikatakannya benar. Thailand kini telah menasbihkan diri sebagai pusat pengembangan mobil listrik di Asia Tenggara.

Adapun Dahlan Iskan seperti dijebloskan ke dalam sebuah taman permainan hukum yang tidak pernah ada akhirnya. Selesai mobil, dia dijegal dengan pembangkit listrik, di sana sudah menunggu kasus sawah fiktif, sebelum itu, dia harus melewati terowongan kasus-kasus di kotanya: Pelepasan aset PT PWU perusahaan BUMD Pemprov Jatim, dll. Tak penting apapun kasusnya, asalkan bisa menjeratnya. Asalkan bisa membuat dia tidak aktif hingga Pilpres 2019 mendatang.

Kemarin,  dia divonis 2 tahun penjara. Untuk kasus yang setiap orang Indonesia, asalkan balig dan berakal, tahu bahwa itu semata-mata penjegalan.

Melihat Pak Dahlan duduk dengan di kursi pesakitan dan mendengarkan vonis yang dijatuhkan kepadanya membuat saya memikirkan nasib setiap orang yang tulus di negeri ini. Dua tahun vonis. Setelah semua yang dilakukannya bagi negara ini, setelah semua iktikad baik, perjuangan, ketahanan untuk selalu berpihak kepada orang banyak dan kesepian pengorbanan, setelah semua tetes keringat, harta, curah pikiran dan nyawa, yang sedianya setahu saya bisa diberikannya kapan saja negeri ini meminta;. negaranya akhirnya memberinya imbalan berupa penderitaan di hari tuanya.

*(Randu, Radar Banjarmasin)*
Read More

Kamis, 20 Juli 2017

Postingan line 999 pepedulian antar sesama penghuni kost "MENINGGAL DI KAMAR KOS" Reviewed by Esemka Date 7/20/2017 09:46:00 AM

Postingan line 999 pepedulian antar sesama penghuni kost "MENINGGAL DI KAMAR KOS"

Tidak ada komentar :
Lupa saya ini dari tulisan siapa
Copas dari wall nya: bu Lelitasari Danukusumo

Mahasiswi ITB Sartika Tio Silalahi (21 tahun) ditemukan meninggal di kamar kosnya, di Jl. Plesiran, Taman Sari, Bandung, Selasa (11/7/2017). Ia diperkirakan sudah meninggal tiga hari, karena mayatnya sudah berbau.

Sartika ini berasal dari Tarutung, Tapanuli Utara. Ia alumni berprestasi dari SMAN 1 Tarutung, angkatan 2013, sehingga bisa diterima di ITB. Ia mengambil program studi Perencanaan Wilayah dan Kota.

Awal ketahuan Sartika meninggal, orangtuanya menghubungi pengurus rumah kos, karena sudah tiga hari anaknya tidak ada kabar berita. Ponselnya pun tidak bisa dihubungi. Pengurus kos pun meminta teman-teman kosnya, melalui chat grup, agar memerika kamar Sartika.

Sartika ditemukan sudah tak bernyawa. Kamar dalam keadaan rapi. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan informasi dari keluarga Sartika diketahui mengidap maag kronis.

Jenazah boru Sartika ini sudah dibawa pulang dan dimakamkan di Tarutung. Tapi ada hal yang perlu diketahui dan direnungkan secara serius dari peristiwa ini, terutama oleh orangtua atau keluarga yang anak-anaknya hidup kos di kota.

Suasana dan gaya hidup di tempat kos saat ini sudah sangat berbeda gaya hidup kos yang kita kenal ditahun 1980 atau 1990-an. Dulu, hidup satu kos itu seperti keluarga. Saling memperhatikan, saling berbagi makan, merasa senasib, dan saling tolong. Satu orang sakit, bisa-bisa yang antar berobat 5 atau 6 orang.

Sekarang ini, gaya hidup di tempat kos, terutama di tempat-tempat kos bagus di kota-kota besar, orang hidup sendiri-sendiri. Masing-masing hidup di kamar, berteman dengan gadget dan internetnya. Merasa tidak enak mencampuri urusan, atau mengganggu teman kos lain.

Lihatlah peristiwa yang menimpa Sartika ini. Kalau orangtuanya tidak menelepon pengurus kos dari Tarutung, sang pengurus kos tidak tahu apa yang terjadi. Itu pun, pengurus kos tidak langsung datang. Ia menghubungi penghuni kos lain lewat chat LINE, agar mencek kamar Sartika. Gemblung sekali rasanya, teman-teman kosnya itu sama sekali tidak memperhatikan Sartika sudah tidak kelihatan 3 hari.

Mahasiswa, anak-anak muda yang hidup kos di kota, sebenarnya kehilangan sesuatu. Kehilangan suasana dan perhatian keluarga. Ada rasa sepi, tidak bisa berbicara, atau curhat kepada keluarga.

Karena itu, ketika berada di rantau, sebenarnya justru sangat butuh teman, sahabat, dan lingkungan yang bisa mengisi kekosongan itu. Logisnya, teman-teman koslah yang mengisi kekosongan itu. Jangan lupa, di kampus sendiri si anak juga mungkin memiliki persoalan-persoalan yang menguras pikiran.

Seorang teman dari daerah cerita ke saya, ketika mengunjungi putrinya yang kuliah di UI, merasa heran setelah tinggal di Depok putrinya kelihatan cepat tua dan lelah. Putrinya itu sempat kuliah setahun di Bandung, dan katanya kelihatan happy-happy saja. Di Depok, putrinya tinggal di sebuah rumah kos besar, berlantai 3, mirip sebuah hotel.

Saya menduga, putrinya kehilangan suasana sosial karena kehidupan kos yang individual seperti cerita di atas. Belakangan juga ketahuan, si putri agak stress karena mengalami persoalan dengan kuliah. Beberapa dosen seperti memusuhinya karena beda agama. Tidak pernah dapat nilai bagus, meski sudah berusaha setengah mati. Nah, kan.

Satu hal, suasana individual ini juga yang kemudian sering melahirkan kondisi lain yang tak kalah buruk. Karena butuh teman, umumnya anak muda mencari pacar. Hubungan dengan pacar bisa jadi kelewat batas, karena tetangga kos tidak peduli apa yang dilakukan teman-teman kos di kamarnya. Pengurus kos juga tidak peduli, asalkan bayaran lancar.

Itu yang saya bilang, perlu mendapat perhatian dari para orangtua. Perlu juga ikut mencari tempat kos buat putra-putrinya. Suasana rumah kosnya seperti apa. Pemilik rumah kos seperti apa. Kira-kira temannya bisa bergaul dengan siapa. Apakah ada teman satu daerah, satu marga, anak kenalaan, kira-kira dia bisa bergereja dimana, dan sebagainya.

Maaf, orangtua juga sering sama egois. Dia merasa punya uang, mencari tempat kos yang mahal, yang fasilitasnya lengkap, agar orang melihat anaknya itu anak orang mampu, tidak butuh orang lain. Jangan macam-macam sama anakku. Kurang lebih, begitu. Tanpa sadar, itu sebenarnya menjerumuskan si anak ke kesepian yang dalam, meski hidupnya tampak enak.

Bayangkan, si anak sakit, tapi sampai nggak berani memberitahu atau minta tolong temannya ngantar ke dokter seperti boru Sartika di atas. Miris...ironis.
Read More

Selasa, 04 Juli 2017

Postingan line 999+ #GantiMenteriSusi Reviewed by Esemka Date 7/04/2017 11:45:00 AM

Postingan line 999+ #GantiMenteriSusi

Tidak ada komentar :
Udah sejak zaman bapak BJ. Habibie, banyak orang pintar dan berkualitas di Indonesia tidak dihargai dan cenderung disingkirkan dari negerinya sendiri, dan kebanyakan dari mereka justru sangat dihargai di negara lain karena begitu besarnya jasa dan kontribusi bagi kemajuan negara tersebut.

Jadi ya gak usah heran jika "wkwk land" tercinta ini selalu ketinggalan dari negara lain bahkan di kawasan ASEAN sendiri.



Hal ini juga yang sekarang ini dialami oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Baru" ini di jagat twitter muncul hashtag #GantiMenteriSusi, tidak cukup di twitter, sejumlah massa nelayan juga ikut menggruduk Istana dengan tuntutan yang sama.

Kebijakan pelarangan penggunaan cantrang dijadikan "kambing hitam" untuk menuntut Menteri Susi diganti. Isu cantrang ini cuma sebatas cover untuk menutupi inti masalah yang berada di kedalaman.

Udah bukan rahasia lagi kebijakan yang dikeluarkan Menteri Susi selama 2,5 tahun masa jabatannya membuat pelaku illegal fishing, kartel dan juga mafia merugi dengan digit nominal yang banyak karena tidak ada lagi ruang gerak bagi mereka untuk merampok kekayaan alam Indonesia, ditambah lagi banyaknya kapal yang ditenggelamkan, semakin membuat mereka sakit hati dan susah tidur karena dihantui wajah Menteri Susi didalam mimpi. Jadi gak heran jika mereka bersatu padu untuk melengserkan Menteri Susi dari kursi jabatannya. Bahkan iming"  5 triliun rupiah sempat ditawarkan pada Menteri lulusan SMP tersebut agar mau resign dari jabatannya.

Tapi apadaya ternyata Rp 5T gak bisa "membeli" Menteri Susi, justru Menteri Susi semakin galak dan beringas dalam memberantas para penjahat di lautan "wkwk land" ini. Emang Presiden Jokowi gak salah pilih Menteri nih.

Mau ngelempar isu SARA yang paling laku dipasaran juga gak bisa, karena Menteri Susi tidak memiliki celah yang bisa dimanfaatkan untuk membakar kaum sumbu pendek, isu PKI apalagi. Makin pusing lah para komplotan ini dibuatnya sambil ngebayangin gak bisa tidur sampe 2,5 tahun mendatang.

Ya akhirnya mereka mencoba peruntungan lah dengan isu pelarangan cantrang dengan harapan bisa membuat Menteri Susi diganti. Bayangin aja, modal 5T untuk ngumpulin massa yang ngaku" sebagai nelayan bukan hal yang sulit lagi, apalagi dengan diimingi nasi padang lauk rendang plus ongkos jalan", semakin menarik banyak orang untuk ikut aksi, apalagi model ormas odong" fenghuni surga yang tidak perlu disebutkan namanya.

Lho kok odong"?

Iya kan mereka geraknya kalo udah ada yang masukin duit, mirip odong" di pasar malem.

Terlepas dari itu semua, saya rasa masyarakat Indonesia udah banyak belajar dan faham dengan model" provokasi seperti itu. Menteri Susi terlalu berharga untuk disingkirkan hanya karena isu murahan seperti itu, apalagi Menteri Susi juga telah memberikan solusi kepada para nelayan terkait peralihan alat tangkap cantrang dengan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Semua ini beliau lakukan demi kesejahteraan dan kemajuan Indonesia khususnya di bidang maritim.

Saya rasa Presiden Jokowi juga sudah sangat faham dengan kelakuan para komplotan penjahat yang ingin mengganggu Pemerintahannya dan beliau juga pasti dapat berfikir jernih untuk mempertahankan Menteri Kelautan yang sudah mentorehkan banyak prestasi di kabinetnya tersebut. Terlebih maritim merupakan salah satu program prioritas dalam masa Pemerintahannya. Bukan begitu pak Presiden?

"Yak betul, sana ambil sepedanya.."

#StandForSusi #berantasmafiadankartel #tenggelamkan
Read More