Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fotografi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2016

Keunggulan Memakai Lensa Kit Reviewed by Esemka Date 8/14/2016 04:28:00 PM

Keunggulan Memakai Lensa Kit

Tidak ada komentar :
Read More

Jumat, 12 Agustus 2016

Macam macam jenis Shoot, Sudut pengambilan gambar, dan Gerakan Kamera Reviewed by Esemka Date 8/12/2016 04:37:00 PM

Macam macam jenis Shoot, Sudut pengambilan gambar, dan Gerakan Kamera

Tidak ada komentar :
JENIS SHOT
CU (Close Up)
Shot yang menampilkan dari batas bahu sampai atas kepala.
MCU (Medium Close Up)
Shot yang menampilkan sebatas dada sampai atas kepala.
BCU (Big Close Up)
Shot yang menampilkan bagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar. Misal : wajah manusia sebatas dagu sampai dahi.
ECU (Extrime Close Up)
Shot yang menampilkan detail obyek. Misalnya mata, hidung, atau telinga.
MS (Medium Shot)
Shot yang menampilkan sebatas pinggang sampai atas kepala.
TS (Total Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan obyek.
ES (Establish Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi tempat di mana peristiwa atau adegan itu terjadi.
Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang.
OSS (Over Shoulder Shot)
Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.
 
GERAKAN KAMERA
Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan.
Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.
Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.
Tilt up : gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.
Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.
Tracking
Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek.
Track in : gerak kamera mendekati obyek
Track out : gerak kamera menjauhi obyek
SUDUT PENGAMBILAN KAMERA
High Angle (Bird eye view)
Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.
Normal Angle
Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata obyek yang diambil.
Low Angle (Frog eye view)
Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.
Obyektive Kamera
Tehnik pengambilan di mana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya.
Subyektive Kamera
Tehnik pengambilan di mana kamera berusaha melibatkan penonton dalam peristiwa. Seolah-olah lensa kamera sebagai mata si penonton atau salah satu pelaku dalam adegan.
 

Read More
Mata kiri atau kanan untuk mengintip viewfinder? Reviewed by Esemka Date 8/12/2016 04:32:00 PM

Mata kiri atau kanan untuk mengintip viewfinder?

Tidak ada komentar :

Sudah berapa lama anda menjadi bajak laut? Dalam arti menutup mata kiri dan melihat viewfinder menggunakan mata kanan seperti ilustrasi dibawah ini:

Ada banyak sekali yang bertanya di forum dan perdebatan tentang mata mana yang lebih baik digunakan untuk melihat di viewfinder, dan ada beberapa yang mengaitkannya dengan kesehatan mata. Mari kita bahas secara perlahan.
1. Melihat viewfinder mata kanan dan menutup/membuka mata kiri
Seperti ilustasi foto diatas, banyak juga fotografer menggunakan teknik mata kanan melihat viewfinder, baik yang professional ataupun amatir. Ada beberapa pertimbangan menggunakan teknik ini :
  • Saya pribadi merasa pegal setiap kali harus menarik otot untuk melakukan teknik ini, ok-lah untuk beberapa shot tidak masalah, tapi kalo sudah photo session lebih dari 2 jam, saya rasa butuh tukang pijit mata khusus hahaha. Saya sulit untuk tetap membuka mata kiri, butuh waktu 4-8 detik untuk bisa memfokuskan mata kanan saya di viewfinder, saya mencoba dan berlatih, tapi tetap belum bisa untuk membuka kedua mata
  • Fotografer wildlife dan sport biasanya menggunakan teknik ini tapi dengan 2 mata terbuka, kenapa? Karena mereka menggunakan mata kiri mereka yang terbuka untuk melihat situasi sekitar, tidak mau kehilangan moment ketika moment tiba mata kanan di viewfinder dikonsentrasikan dengan cepat untuk focus. Butuh jam terbang tinggi untuk melakukan ini.
  • Kekuatan tangan sedikit berkurang untuk menyangga kamera pada speed rendah jika menggunakan teknik ini, really? Bagaimana Anda mengukurnya? Perhatikan ilustrasi foto dibawah :
Jika anda perhatikan 2 posisi tangan teknik diatas sangat berbeda bukan? Jika menggunakan teknik mata kanan (yang sedang dibahas) terlihat kita harus mencondongkan bahu kiri untuk menopang kamera, ‘segitiga’ tangan tidak pada centernya. Sedangkan pada teknik mata kiri (dibahas selanjutnya) terlihat ‘segitiga’ tangan sempurna di center, memberi kekuatan yang lebih baik untuk menopang.
Prinsip fisika ini juga diterapkan di bela diri, center adalah kekuatan, seperti contoh beladiri Aikido, menempatkan center pada pinggang untuk membalikkan kekuatan musuh yang besar. Begitu juga di fotografi.
2. Melihat mata kiri dan menutup/membuka mata kanan

Foto diatas menunjukkan teknik ini. Kedua mata tetap bisa dibuka, memberikan kenyamanan otot disekitar wajah. Teknik ini saya gunakan dan mungkin pandangan saya subjektif dan memilih teknik ini, kita akan lihat kesimpulan umum di akhir artikel ini. Mari kita bahas teknik foto mata kiri ini :
  • Jarak mata dan viewfinder menggunakan teknik ini tidak perlu terlalu dekat, batasannya adalah hidung dan kita masih bisa melihat lebih baik. Kalaupun anda berkacamata, teknik ini nyaman tanpa harus ‘membenturkan’ kacamata kita.
  • Baik portrait ataupun landscape view, teknik ini tetap memberikan kenyamanan.
  • Soal kekuatan tangan seperti dibahas di teknik yang satunya, center ‘segitiga’ tangan memberikan lebih. Please jangan komen soal tripod di ilustrasi foto.
Silahkan dipertimbangkan kedua teknik diatas, yang manakah yang anda gunakan dan cocok. Mungkin terlalu berat sebelah jika menggunakan pengalaman saya, tetapi ini beberapa kesimpulan umum :
  1. Gunakan mata terbaik anda, dalam arti yang bisa focus lebih cepat dan anda nyaman. Kesehatan mata minus plus juga sangat berpengaruh.
  2. Tidak ada pengaruh ke hasil foto secara signifikan jika anda harus memilih dua teknik ini, intinya kan tetap satu, focus.
  3. Kedua teknik bisa digunakan pada model kamera yang berbeda. Ada beberapa tombol kamera yang terhalang hidung anda Jika menggunakan teknik mata kiri melihat viewfinder. Jadi pada dasarnya model kamera juga bisa mempengaruhi pilihan anda.
  4. Ada fotografer yang memilih menggunakan kedua teknik ini, loh kok bisa? Pada saat kapan? Pada saat portrait dan landscape, beberapa fotografer lebih nyaman menggunakan teknik mata kiri untuk portrait dan menggunakan teknik mata kanan untuk landscape (seperti foto sports dan wildlife).
Semoga sharing ini bermanfaat. Pilihan anda mau menjadi ‘bajak laut’ atau tidak. Salam jepret.
Oleh Andi Subagio – Salmonstudio
Photographer freelance di kota Metro, Lampung
twitter @salmonleft
Read More

Kamis, 04 Agustus 2016

Macam macam jenis dan Fungsi Filter Lensa Dalam Fotografi Reviewed by Esemka Date 8/04/2016 04:48:00 PM

Macam macam jenis dan Fungsi Filter Lensa Dalam Fotografi

Tidak ada komentar :
Dalam dunia fotografi, ada banyak aksesoris dan perlengkapan yang digunakan oleh para fotografer. Aksesoris tersebut biasanya tersedia mulai yang paling umum, hingga ada yang unik dan buatan tangan sendiri (DIY – do it yourself). Salah satu yang paling banyak digunakan adalah filter lensa.
Filter lensa, atau filter kamera adalah aksesoris yang umumnya terpasang di ujung lensa kamera. Bentuknya ada yang bulat mengikuti bentuk lensa, namun ada pula yang berbentuk kotak. Tiap filter memiliki fungsi masing – masing. Berikut beberapa jenis filter yang umum dan sering ditemukan, serta manfaat dari filter lensa tersebut.

Filter UV
Filter UV paling sering ditemukan di toko kamera. Umumnya berwarna putih bening. Ada yang bilang filter UV berguna untuk menahan sinar UV matahari yang masuk ke dalam sensor kamera agar tidak merusak sensor. Namun ada yang bilang kalau penggunaan filter UV dapat mengurangi ketajaman dan kualitas hasil foto. Tentu saja tergantung merk dan harga filter tersebut.
Secara pribadi, menurut saya (yang hanya menyukai fotografi), filter UV digunakan hanya untuk melindungi lensa. Jadi ketika anda lupa memasang lenscap, atau lensa terbentur benda lain, tidak langsung tergores karena ada filter UV yang melindungi.

Filter Polarizer / Circular Polarizer
Kebanyakan fotografer menyebut filter ini dengan nama filter CPL, atau circular polarizer dan banyak digunakan dalam landscape photography. Bentuknya biasanya bundar, dan pada bagian ring kaca filter dapat diputar – putar. Fungsi filter ini adalah untuk ‘membelokkan’ cahaya yang tidak kita inginkan masuk ke lensa. Jadi pada hasil akhir foto, dapat diperoleh kontras warna yang lebih baik.
Contoh penggunaan filter CPL adalah untuk membirukan langit dan menghilangkan pantulan bayangan / refleksi cahaya di air. Untuk harga filter CPL bervariasi, mulai 80 ribuan, hingga jutaan rupiah.
Contoh : Filter Hoya CPL Pro1 Digital 58mm
Filter ND (Neutral Density)
Filter ND bentuknya beragam, ada yang kotak, ada pula yang bundar. Umumnya filter ini memiliki warna gelap (agak hitam). Fungsi filter ini adalah untuk mengurangi f-stop. Ada banyak ukuran penurunan f-stop yang dimiliki filter ND, mulai dari 1 stop, 2 stop dan seterusnya.
Fungsi sederhana yang sering dilakukan fotografer dalam menggunakan filter ini adalah ketika ingin melakukan long eksposure atau foto slow speed. Dengan filter ND, maka dapat diperoleh speed yang semakin lambat.

Filter GND (Gradual Neutral Density)
Sama seperti filter ND, hanya saja filter ini seperti terbagi 2. Sebagian gelap, dan sebagian lagi normal. Fungsinya adalah untuk membuat intensitas cahaya pada foto terlihat ‘seimbang’. Misal ketika ingin melakukan landscape, background terlihat terang, namun background lebih gelap. Disinilah penggunaan filter GND untuk menyeimbangkan.
Read More

Selasa, 21 Juni 2016

Hubungan Resolusi Kualitas Foto Dengan Ukuran Cetak Reviewed by Esemka Date 6/21/2016 06:07:00 AM

Hubungan Resolusi Kualitas Foto Dengan Ukuran Cetak

Tidak ada komentar :

Hubungan Resolusi Kualitas Foto Dengan Ukuran Cetak


Anda lebih sering mencetak foto dengan ukuran A4? Ukuran kertas A4 adalah lebar 8,27 dan tinggi 11,69 inci. Apabila dicetak dengan resolusi cetak 300 pixel/inci maka dibutuhkan:
  • 8,27 × 300 = 2.481 pixels
  • 11,69 × 300 = 3.507 pixels
  • Total pixels: 2.481 × 3.507 = 8.700.867 pixels
Maka untuk mencetak foto dengan ukuran A4 diperlukan sebanyak 8.700.867 pixels yang dibulatkan menjadi 9 Mega (Juta) Pixels. Dengan demikian Anda perlu kamera digital dengan resolusi minimal 9 Mega Pixels untuk dapat mencetak foto secara optimal dengan ukuran A4.
Contoh kasus berikutnya. Anda memiliki kamera digital dengan resolusi 12 Mega Pixels (4.272 × 2.848 pixels). Dengan kamera tersebut Anda dapat mencetak foto dengan kualitas optimal sampai ukuran berapa? Mari kita hitung:
  • 4.272 ÷ 300 = 14,24
  • 2.848 ÷ 300 = 9,49
Dari perhitungan di atas, maka Anda dapat mencetak foto dengan kualitas terbaik hingga ukuran 14,24 × 9,49 inci.
Jadi sekali lagi saya ingin menekankan bahwa resolusi hubungannya adalah dengan ukuran cetak. Bukan dengan kualitas teknis dari sebuah gambar atau foto digital, resolusi tinggi tidak berarti foto lebih baik. Berikut tabel hubungan antara resolusi gambar dengan ukuran cetak.
Hubungan Resolusi Foto Dengan Ukuran Cetak Kertas Format A
Format KertasDimensi Kertas (inci)Resolusi CetakJumlah PixelsResolusi Minimal
A033,11 × 46,81300 Pixels/Inch139.489.119140 Mega Pixels
A123,39 × 33,11300 Pixels/Inch69.699.86170 Mega Pixels
A216,54 × 23,39300 Pixels/Inch34.818.35435 Mega Pixels
A311,69 × 16,54300 Pixels/Inch17.401.73417 Mega Pixels
A48,27 × 11,69300 Pixels/Inch8.700.8679 Mega Pixels
A55,83 × 8,27300 Pixels/Inch4.339.2694 Mega Pixels
Hubungan Resolusi Foto Dengan Ukuran Cetak Kertas Foto
Format KertasDimensi Kertas (inci)Resolusi CetakJumlah PixelsResolusi Minimal
4R4 × 6300 Pixels/Inch2.160.0002 Mega Pixels
5R5 × 7300 Pixels/Inch3.150.0003 Mega Pixels
6R6 × 8300 Pixels/Inch4.320.0004 Mega Pixels
8R8 × 10300 Pixels/Inch7.200.0007 Mega Pixels
10R10 × 12300 Pixels/Inch10.800.00011 Mega Pixels
11R11 × 14300 Pixels/Inch13.860.00014 Mega Pixels
12R12 × 15300 Pixels/Inch16.200.00016 Mega Pixels
Read More

Minggu, 22 Mei 2016

Bagaimana Cara Install Canon Picture Style di Kamera DSLR Canon EOS Reviewed by Esemka Date 5/22/2016 05:50:00 AM

Bagaimana Cara Install Canon Picture Style di Kamera DSLR Canon EOS

Tidak ada komentar :
Bagaimana cara mengistall picture style pada EOS anda? berikut disajikan tata-cara penginstalannya :
1. Pastikan software “EOS Utility” yang disediakan dalam bentuk CD gratis pada bundle pembelian EOS telah terinstal pada komputer anda
2. Sambungkan kamera EOS dengan komputer memakai kabel data yang diberikan sepaket dengan kamera
3. Setelah kamera dan komputer tersambung melalui kabel data, nyalakan kamera
4. Buka aplikasi “Canon Utility” pada komputer anda, dan pilih opsi “Camera settings/Remote shooting”

5. Klik pada opsi berlambang kamera, dan double klik pada “Register User Defined Style”

6. Browse Picture Style yang anda inginkan dan tekan Ok

7. Untuk mengganti Picture Style anda tinggal mem”browse” file yang lain untuk dimasukan pada kamera
8. Saat selesai, tekan tombol “Main Window” dibagian bawah window, dan pada window utama tekan “Quite”
9. Matikan kameramu
Produk Canon EOS DSLR 1000D dan yang saya (600D) hanya menyediakan tiga “kamar kosong” bagi picture style tambahan, jadi kamu hanya dapat memilih tiga picture style saja untuk diinstal pada EOS kamu.
Read More