Selasa, 30 Oktober 2012

PHP9: Metode Get Dan Metode Post Reviewed by Esemka Date 10/30/2012 03:55:00 AM

PHP9: Metode Get Dan Metode Post

Tidak ada komentar :
Metode POST dan Metode GET pada PHP

1.      DEFINISI POST DAN GET
Ø  Get adalah metode pengiriman data menggunakan query string, jadi seluruh nilai pada form akan dikirim ke sisi server/file dan nilai dari form anda akan tampil pada URL/address bar.
Contoh : www*domainname.com/file.php?name=handa+si&address=binong
Penjelasan:
-          File.php adalah file yang menerima dari nilai query string, dan terdapat dua variable “name” dan “address”, setiap variable GET selalu di akhiri dengan tanda =, hal ini bertujuan untuk mengisi variable.
Sintaks :
<?php echo $_GET [nama_variabel]; ?>

Ø  Post adalah metode mengirimkan data ke sisi lain/file, namun tidak menampilkan nilai dari form pada address bar seperti GET.
Sintaks:
<?php echo $_POST [nama_variabel]; ?>

2.      PERSAMAAN DAN PERBEDAAN POST &GET
a.      Persamaan  POST & GET
POST & GET mempunyai fungsi yang sama yaitu mengirimkan variable ke halaman lain atau mengirimnya ke database.
b.      Perbedaan POST & GET
POST
GET
Nilai variable tidak ditampilkan di URL.
Nilai variable di tampilkan di URL sehingga user dapat dengan mudah memasukkan nilai variable baru.
Lebih aman.
Kurang aman.
Tidak dibatasi panjang string.
Dibatasi panjang string hingga 2047 karakter.
Pengambilan variable dengan $_POST.
Pengambilan variable dengan $_GET.
Biasanya untuk input data melalui form.
Biasanya input data melalui link.
Digunakan untuk mengirim data-data penting seperti password.
Digunakan untuk mengirim data-data yang tidak penting.





3.      Contoh Praktek
a.      Penggunaan GET
Tampilan :
 Hasil setelah menekan button klik


b.      Penggunaan POST
Tampilan:
Hasilnya:



TUGAS MANDIRI
1.      Buatlah formulir sederhana dengan menggunakan metode GET yang berisi fitur-fitur berikut:
-          Nama: <textfield>
-          Kelas: <textfield>
-          Jurusan: <radiobutton>
-          Button OK dan Button Cancel
2.      Buatlah formulir sederhana dengan menggunakan metode POST  yang berisi fitur-fitur berikut:
-          Nama : <textfield>
-          Alamat:<textfield>
-          Hobi : <checkbutton>
-          Button OK dan Button Cancel



Read More

Jumat, 19 Oktober 2012

Materi Organisasi Reviewed by Esemka Date 10/19/2012 05:30:00 AM

Materi Organisasi

Tidak ada komentar :
Organisasi
Organisasi (Yunaniὄργανονorganon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologiekonomiilmu politikpsikologi, dan manajemen.   Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis). 

Definisi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.   Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uangmaterialmesinmetodelingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. 
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
ü  Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama .
ü  James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama .
ü  Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
ü  Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. .
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.   Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran  
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.   Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.   Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur. 
Organisasi adalah wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya belum dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri. (James L. Gibson, 1986).
Pada dasarnya orang tidak bisa hidup sendiri. Sebagian besar tujuannya dapat terpenuhi apabila ada interaksi sosial dengan orang lain. Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri karena manusia memiliki kebutuhan terhadap manusia lainnya. Karena itulah biasanya manusia berkumpul dan membentuk kelompok, yang disebut dengan organisasi. Karang Taruna, perusahaan, kerajaan, negara, adalah bentuk-bentuk dari organisasi. Bahkan sebuah organisasi kejahatan pun pada dasarnya juga adalah sebuah organisasi, dimana mereka bergabung dan berkumpul karena memiliki tujuan dan kepentingan yang sama. Organisasi yang paling kecil yang kerap kita jumpai adalah keluarga. Keluarga pada hakikatnya adalah sebuah organisasi. Keluarga adalah satuan organisasi terkecil yang pertama  kali dikenal oleh setiap manusia.
Banyak motivasi yang mendorong seseorang masuk dalam sebuah organisasi. Diantara beberapa motivasi atau tujuan seseorang bergabung ke dalam suatu kelompok organisasi adalah :
Ø  Kelompoks atau organisasi sering dipakai untuk memecahkan masalah-masalah.
Ø  Mencegah kesepian dan kerenggangan
Ø  Kelompok dapat memberikan bantuan pada saat kesusahan / menjumpai masalah
Ø  Kelompok dapat memberikan tujuan dan nilai hidup yang lebih baik, perilaku, dan kesetaraan kelompok
Ø  Kelompok sosial , kerja dan bermacam-macam kelompk lainnya memberikan prestige, status dan pengakuan.








Komponen Organisasi
Komponen penting organisasi meliputi :
Tujuan
Merupakan motivasi, misi, sasaran, maksud dan tujuan yang akan dicapai dalam rentang waktu tertentu, Tujuan berdasarkan rentang dan cakupanya dapat di bagi dala beberapa karakteristik antara lain :
·         Tujuan Jangka panjang
·         Tujuan Jangka menengah dan
·         Tujuan Jangka pendek

Struktur
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
Struktur Organisasi sangat penting untuk dapat dipahami oleh semua komponen dalam rangka menciptakan sistem kerja yang efektif dan efesien. Struktur organisasi merupakan deskripsi bagaimana organisasi membagi pekerjaan dan melaksanakan tugas atau pekerjaannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Struktur organisasi juga mengatur siapa yang melaksanakan tugas dan pekerjaan itu. Selain membagi dan mengatur tugas dan pekerjaan yang diemban oleh organisasi, struktur organisasi juga menggambarkan hubungan organisasi secara internal maupun eksternal.

Sistem
Setiap organisasi baik formal maupun informal, akan menganut suatu sistem yang mengatur bagaimana cara organisasi mencapai tujuannya. Untuk itulah setiap organisasi memiliki peraturan-peraturan yang merefleksikan kepentingan-kepentingan organisasi. Sistem pada organisasi itu dapat berupa anggaran dasar, anggaran rumah tangga, peraturan khusus, prosesdur dan peraturan lainnya.  Pada organisasi yang paling kecil, yaitu keluarga, pada dasarnya juga memiliki peraturan-peraturan  sekalipun tidak sekompleks peraturan pada organisasi besar. Sistem yang dianut oleh organisasi inilah yang mengatur setiap gerak dan tindak tanduk organisasi. Pada organisasi monarki, sistem itu berupa kekuasaan mutlak yang berada di tangan raja. Raja mengatur segala aspek dan membuat peraturan-peraturan. Raja berperan sebagai pusat (sentral) segala aspek di dalam organisasi kerajaan. Organisasi demikian dapat disebut dengan organisasi yang diatur oleh orang (ruled by person). Pada organisasi yang maju, seperti halnya Muhammadiyah dan TAPAK SUCI, segala aspek di dalam organisasi diatur oleh sistem. sehingga disebut dengan organisasi yang ruled by system. Sekalipun sistem itu dibuat oleh orang perorang, namun setiap orang memiliki komitmen yang tinggi untuk mengikuti sistem tersebut. Apabila sistem tersebut dipandang perlu untuk diperbaiki, maka sistem tersebut bisa diperbaiki agar kembali sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan organisasi. Organisasi yang diatur oleh sistem (ruled by system), memiliki sistem yang berkesinambungan sekalipun ada orang yang keluar/masuk ke dalam organisasi.
Sistem organisasi terbagi dalam komponen penyusun yang saling berikatan yaitu :
·         Input
·         Proses
·         Output
·         Feedback






Macam-macam kelompok:
Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
Ø  Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
Ø  Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
Ø  Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
Ø  Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.


Partisipasi
Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan.   Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan. 
Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan.  .
Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata.   Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan. 


Unsur-unsur
Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi :
Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

Jenis-jenis
·         Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut  :
·         Pikiran (psychological participation)
·         Tenaga (physical partisipation)
·         Pikiran dan tenaga
·         Keahlian
·         Barang
·         Uang
Syarat-syarat

Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta  .
Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif. 
Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya. 
Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator. 
Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil. 
Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. 
Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan kepada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan kepada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.  
Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas. 

Bentuk-bentuk organisasi
·         Organisasi politik
·         Organisasi sosial
·         Organisasi mahasiswa
·         Organisasi olahraga
·         Organisasi sekolah
·         Organisasi negara



Read More

Selasa, 16 Oktober 2012

12 Tenses Dalam Bahasa Inggris dengan contoh Reviewed by Esemka Date 10/16/2012 09:44:00 AM

12 Tenses Dalam Bahasa Inggris dengan contoh

Tidak ada komentar :
Name : Fathurrahman Maulana S
Class   : RPL XI-D

1.Simple Present Tense
# S + V1 + s/es + Object/Adverb
Contoh:
                *Mrs. Anna sometimes  theaches English in the aftenoon.
                * Does he often come here with her?

2.Simple Past Tense
# S + V2 + Object/Adverb
Contoh:
                *They were not here yesterday
                *My mother always made her own dress when she was young.

3.Present Perfect Tense
# S + Has/Hve + V3 + Object/Adverb
Contoh:
                *She has just fhinished her homework.
                *Mr.Akimoto has lved in Japan for ten years

4.Present Continous Tense
# S + are/am/is + V1-ing + Object/Adverb
Contoh:
                *My Brothers are wacthing television will call us soon.
                *Sendy is writing a novel.

5.Present Future Tense
# S + Will/Shall + V1 + Object/Adverb
Contoh:
                *Our uncle will visit us next Sunday.
                *I am sure Vernanda will call us soon.

6.Past Continous Tense
# S + Was/Were + V-ing + Object/Adverb
Contoh:
                *My Sisters was Sleeping soundly.
                *It was getting colder.

7.Future Continous Tense
# S + Will/Shall + be + V1-ing + Object/Adverb
Contoh:
                *She will be helping Shania tomorrow
                *Will you be helping him do that work?



8.Present Perfect Continous Tense
# S + Has/Have + V1-ing + Object/Adverb
Contoh:
                *We have been waiting for him for six hours.
                * I have been looking for it all day.




9.Past Perfect Tense
# S +had + V3 + Object/Adverb
Contoh:
                *My uncle had been in the army for twenty years.
                *He had broken his leg in an accident.

10. Past Perfect Continous Tense
# S + had + been + V1-ing + Object/Adverb
Contoh:
                *We had been studying the homework
                *He had trying over again to salve the problem.

11.Present Future Perfect Tense
# S + Will/Shall + Have + V3 + Object/Adverb
Contoh:
                *We shall have got ome by the dinner time.
                *By the end this mounth, he will have finished the report.

12.Past Future Tense
# S + Should/Would + V1 + Object/Adverb
Contoh:
                *Would you like to have a cup of coffe?
                *She would be here now if you invited her.


Read More